Lidah Mertua: Tanaman Hias Populer dengan Segudang Manfaat

Oleh Reza Maulana
Tanggal 5 Februari 2025
Konten artikel
Tiga tanaman Lidah Mertua di dalam pot putih di atas meja kayu coklat.

Lidah mertua (Sansevieria trifasciata atau Dracaena trifasciata) adalah salah satu tanaman hias paling populer yang dikenal karena keindahannya dan kemampuannya menyaring udara.

Tanaman ini memiliki bentuk daun yang unik, tegak, dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga sangat cocok untuk pemula maupun pecinta tanaman berpengalaman.

Selain mempercantik ruangan, lidah mertua juga memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan kualitas udara hingga memberikan kesan segar pada dekorasi rumah.

Namun meskipun mudah dirawat, tanaman ini juga bisa mengalami masalah tertentu dan memiliki beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar tetap tumbuh sehat 🪴

Sejarah dan asal-usul

Lidah mertua, atau Sansevieria, adalah tanaman hias yang berasal dari daerah tropis Afrika Barat, Madagaskar, dan Asia Selatan.

Pada abad ke-18, lidah mertua pertama kali diklasifikasikan secara ilmiah oleh ahli botani Swedia, Carl Peter Thunberg.

Sementara itu di Eropa, lidah mertua mulai populer sebagai tanaman hias pada abad ke-19 karena daya tahannya yang luar biasa dan kemampuannya bertahan di berbagai kondisi lingkungan.

Kini, lidah mertua tidak hanya menjadi tanaman dekoratif favorit, tetapi juga dikenal karena manfaatnya dalam meningkatkan kualitas udara, seperti yang dibuktikan dalam penelitian NASA.

Klasifikasi Lidah Mertua

Lidah mertua termasuk dalam kerajaan Plantae dan dikategorikan sebagai bagian dari famili Asparagaceae. Berikut klasifikasi ilmiahnya:

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Tracheophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Asparagales
  • Famili: Asparagaceae
  • Genus: Dracaena
  • Spesies: Dracaena trifasciata (dahulu dikenal sebagai Sansevieria trifasciata)

Lidah mertua sebelumnya diklasifikasikan dalam genus Sansevieria, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa tanaman ini lebih tepat dimasukkan dalam genus Dracaena berdasarkan analisis DNA.

Meski begitu, nama Sansevieria masih sering digunakan di kalangan pecinta tanaman.

Ciri-ciri Lidah Mertua

Lidah mertua memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari tanaman hias lainnya:

  • Daun Tegak dan Kaku: Daunnya berbentuk pedang, tebal, dan tumbuh tegak lurus dengan ujung runcing.
  • Warna Daun Beragam: Biasanya hijau dengan corak kuning atau abu-abu keperakan, tergantung pada jenisnya.
  • Tahan Kekeringan: Lidah mertua bisa bertahan lama tanpa air karena mampu menyimpan cadangan air dalam daunnya.
  • Tumbuh Lambat: Meskipun tahan terhadap berbagai kondisi, pertumbuhannya cenderung lambat dibanding tanaman hias lainnya.
  • Mampu Menyerap Polutan: Lidah mertua dikenal sebagai penyaring udara alami yang dapat menghilangkan zat beracun seperti formaldehida dan benzena.

Karena sifatnya yang kuat dan tidak rewel, lidah mertua menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang ingin memiliki tanaman hias dengan perawatan minimal

Penempatan Lidah Mertua

Lidah mertua sangat fleksibel dan bisa ditempatkan di berbagai area, baik di dalam maupun luar ruangan. Berikut beberapa tempat yang cocok untuk tanaman ini:

Dalam Ruangan (Indoor):

  • Dekat Jendela dengan cahaya terang tidak langsung.
  • Di sudut ruangan sebagai dekorasi minimalis.
  • Di kamar tidur, karena mampu meningkatkan kualitas udara saat malam hari.
  • Di kamar mandi, karena tahan terhadap kelembaban tinggi.

Luar Ruangan (Outdoor):

  • Di teras atau balkon, terutama yang mendapatkan sinar matahari pagi.
  • Di taman sebagai pembatas alami.
  • Di area dengan tanah kering karena tahan terhadap kekurangan air.

Lidah mertua bisa tumbuh dengan baik dalam berbagai kondisi pencahayaan, tetapi pertumbuhannya lebih optimal jika mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Hindari terlalu banyak menyiramnya, karena tanaman ini lebih suka kondisi tanah yang kering.

Cara merawat Lidah Mertua

Merawat lidah mertua cukup mudah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tanaman tetap sehat dan tumbuh optimal:

  • Penyiraman: Siram tanaman sekali dalam 1-2 minggu. Pastikan tanah benar-benar kering sebelum menyiram kembali untuk menghindari akar busuk.
  • Cahaya Matahari: Lidah mertua dapat tumbuh di tempat teduh, tetapi lebih baik jika mendapatkan cahaya matahari tidak langsung.
  • Jenis Tanah: Gunakan tanah yang memiliki drainase baik, seperti campuran tanah taman dan pasir.
  • Pupuk: Beri pupuk cair atau pupuk slow-release setiap 2-3 bulan sekali agar pertumbuhan tetap optimal.
  • Pot yang Tepat: Gunakan pot dengan lubang drainase agar air tidak menggenang dan menyebabkan akar membusuk.
  • Pemangkasan: Potong daun yang kering atau rusak untuk menjaga tampilan tanaman tetap segar.
  • Perbanyakan: Lidah mertua bisa diperbanyak dengan stek daun atau pemisahan anakan, sehingga kamu bisa menanam lebih banyak tanaman dari satu induk saja.

Kesalahan merawat Lidah Mertua

Meskipun mudah dirawat, beberapa kesalahan sering dilakukan saat merawat lidah mertua, di antaranya:

  • Terlalu sering menyiram, yang menyebabkan akar membusuk.
  • Menaruhnya di tempat terlalu gelap, sehingga pertumbuhannya melambat.
  • Menggunakan tanah yang tidak memiliki drainase baik, menyebabkan kelembaban berlebih.
  • Tidak memangkas daun yang mati atau rusak, membuat tanaman terlihat kurang segar.
  • Memberikan terlalu banyak pupuk, yang dapat menyebabkan daun menguning atau terbakar.

Cara memperbanyak Lidah Mertua

Lidah mertua dapat diperbanyak dengan beberapa metode sederhana. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

Stek Daun

Cara ini paling umum dan mudah dilakukan:

  1. Pilih daun yang sehat dan sudah cukup tua.
  2. Potong daun menjadi beberapa bagian, masing-masing sekitar 5–10 cm.
  3. Diamkan potongan daun selama 1–2 hari hingga luka mengering.
  4. Tanam potongan daun ke dalam media tanam yang memiliki drainase baik.
  5. Siram secukupnya dan letakkan di tempat yang mendapat cahaya terang tidak langsung.

Pemisahan Anakan

Metode ini cocok untuk tanaman yang sudah memiliki banyak tunas:

  1. Keluarkan tanaman dari pot dengan hati-hati.
  2. Pisahkan anakan yang tumbuh di sekitar induk dengan menggunakan tangan atau pisau tajam.
  3. Pastikan setiap anakan memiliki akar yang cukup.
  4. Tanam anakan di pot baru dengan media tanam yang sesuai.
  5. Rawat seperti biasa hingga tumbuh dengan baik.

Perbanyakan dengan Air

Metode ini memungkinkan akar tumbuh lebih cepat sebelum ditanam di tanah:

  1. Potong daun menjadi beberapa bagian.
  2. Letakkan potongan daun di dalam wadah berisi air, pastikan bagian bawahnya terendam.
  3. Ganti air setiap beberapa hari untuk menghindari pembusukan.
  4. Setelah akar tumbuh sekitar 3–5 cm, pindahkan ke tanah.

Dengan teknik yang tepat, kamu bisa memperbanyak lidah mertua dengan mudah dan memperbanyak koleksi tanamanmu!

Masalah umum pada Lidah Mertua

Meskipun lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang tahan banting, beberapa masalah tetap bisa muncul jika perawatannya kurang tepat. Berikut adalah beberapa masalah umum yang sering terjadi:

Daun Menguning

Penyebab
  • Penyiraman berlebihan menyebabkan akar membusuk.
  • Kekurangan cahaya matahari.
  • Serangan hama atau infeksi jamur.
Solusi
  • Kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan tanah benar-benar kering sebelum disiram kembali.
  • Pindahkan ke lokasi dengan cahaya yang lebih baik.
  • Periksa akar dan pangkas bagian yang membusuk jika diperlukan.

Daun Layu atau Lembek

Penyebab
  • Tanah terlalu lembap akibat penyiraman yang berlebihan.
  • Drainase pot yang buruk.
Solusi
  • Gunakan tanah dengan drainase baik.
  • Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup.

Ujung Daun Kering dan Coklat

Penyebab
  • Udara terlalu kering.
  • Kurang penyiraman.
Solusi
  • Semprotkan air di sekitar tanaman untuk meningkatkan kelembaban udara.
  • Sesuaikan frekuensi penyiraman, terutama saat cuaca sangat panas.

Daun Berkerut atau Mengeriting

Penyebab
  • Kekurangan air dalam waktu lama.
  • Terkena suhu ekstrem atau paparan sinar matahari langsung yang berlebihan.
Solusi
  • Siram secara teratur, tetapi tetap pastikan tanah mengering sebelum penyiraman berikutnya.
  • Pindahkan ke tempat dengan cahaya tidak langsung.

Dengan memahami masalah-masalah ini dan menerapkan solusi yang tepat, lidah mertua akan tetap sehat dan tumbuh dengan optimal.

Bahaya Lidah Mertua

Meskipun lidah mertua memiliki banyak manfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait keamanannya:

Beracun bagi Hewan Peliharaan

Lidah mertua mengandung saponin, zat alami yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tertelan oleh hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Muntah
  • Diare
  • Air liur berlebihan
  • Lesu
Solusi
  • Letakkan tanaman di tempat yang tidak mudah dijangkau oleh hewan peliharaan.
  • Jika hewan peliharaan menelan bagian tanaman, segera hubungi dokter hewan.

Tidak Aman Jika Tertelan oleh Anak-anak

Karena kandungan saponin, lidah mertua juga bisa menimbulkan efek samping ringan jika tertelan oleh anak-anak, seperti:

  • Rasa pahit di mulut
  • Mual atau muntah ringan
  • Iritasi ringan di saluran pencernaan
Solusi
  • Pastikan anak-anak tidak bermain dengan atau menggigit daun lidah mertua.
  • Jika terjadi kontak dengan mulut, segera bilas dengan air dan berikan minum yang cukup.

Getahnya Bisa Menyebabkan Iritasi Kulit

Pada beberapa orang dengan kulit sensitif, getah dari daun lidah mertua bisa menyebabkan iritasi ringan atau alergi, terutama jika mengenai luka terbuka.

Solusi
  • Gunakan sarung tangan saat memangkas atau memindahkan tanaman.
  • Jika terkena kulit, segera bilas dengan air bersih dan sabun.

Meskipun ada beberapa potensi bahaya, lidah mertua tetap menjadi tanaman hias yang aman selama ditempatkan dengan bijak dan tidak dikonsumsi secara langsung.

Artikel Serupa
sosial media
Sebentar lagi!
Sosial media lagi dalam proses nih. Masukin email kamu ya, biar nanti dikabarin pas udah siap.